Showing posts with label Rasulullah SAW. Show all posts
Showing posts with label Rasulullah SAW. Show all posts

Friday, May 26, 2017

Inilah Dampak Negatif Dari Shaf Yang Tidak Lurus


Dampak Negatif Dari Shaf Yang Tidak Lurus

Shalat yang dilakukan oleh seorang Muslim memiliki dampak secara langsung dalam prilakunya. Allah Azza wa Jalla berfirman :

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ 
Sesungguhnya shalat itu bisa mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar [Al-Ankabut/29:45]

Tentu hal ini akan terwujud, jika dia melaksanakan shalat dengan benar sesuatu dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan dalam syari’at ini. Sebaliknya, jika tidak dilaksanakan dengan benar, maka keburukanlah yang akan menimpanya. Termasuk, masalah meluruskan shaf ketika melaksanakan shalat secara berjama’ah. Keharmonisan hati adalah buahnya. Namun jika shafnya berantakan dan tidak lurus, maka dampak negatif pasti akan menimpa. Berikut diantara dampak negatif dari tidak meluruskan shaf.

Shaf  Yang Tidak Lurus Menyebabkan Hancurnya Umat

Dari Abu Mas’ûd Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اسْتَوُوا وَلاَ تَخْتَلِفُوا فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ
Luruskanlah dan janganlah kalian melenceng, karena hati kalian pun akan melenceng (bercerai-berai).[1]

Dari hadits tersebut, tampak jelas bagi kita, tanpa menyisakan ruang untuk keraguan sedikitpun  bahwa tidak meluruskan shaf menyebabkan perselisihan yang akan menumbuhkan rasa gentar, menyeret kepada kehancuran dan kehilangan kekuatan.

Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ
Hendaklah kalian taat kepada Allâh dan Rasul-Nya! Dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu. [Al-Anfâl/8:46]

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

لَا تَخْتَلِفُوا فَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ اخْتَلَفُوا فَهَلَكُوا
Janganlah kalian berselisih! Karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah berselisih hingga mereka binasa. [HR. Al-Bukhâri, no. 2410]

Dengan memadukan nash-nash yang ada, maka maknanya menjadi : Luruskanlah dan janganlah kalian berselisih! Karena itu akan menyebabkan kalian binasa, menjadi gentar dan hilang kekuatan kalian.”

Apakah kita menginginkan kehancuran yang lebih dari ini? Ataukah kita menanti sifat gentar dan pengecut yang lebih parah lagi?! Lihatlah realita kita saat ini! Sementara umat-umat lain telah bersekongkol untuk menghabisi kita, sebagaimana para pemangsa yang sedang kelaparan telah berkumpul di pinggan makan mereka.

Lihatlah negeri-negeri kaum Muslimin telah banyak diduduki dan dijajah oleh musuh-musuh mereka! Namun musuh-musuh itu belum puas, mereka terus membuat makar agar bisa menaklukkan negeri-negeri kaum Muslimin yang tersisa. Kita tidak punya daya dan kekuatan dihadapan umat-umat yang lain. Tak ada suara yang terdengar selain keluhan, rintihan, permintaan untuk diperlakukan secara adil, permohonan agar serangan dan serbuan yang dilancarkan kepada kaum Muslimin dihentikan. Kita telah terkotak-kotak dan terbagi ke dalam banyak golongan dan kelompok serta masing-masing bangga dengan kelompoknya.

Allâh Azza wa Jalla Berfirman :

كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ
Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing). [Al-Mu’minûn/23:53]

Sungguh, hati telah bercerai-berai, jihad pun telah terbengkalai, seakan-akan tak ada lagi yang tersisa dari jihad selain sekadar pembicaraan tentangnya. Lantas, sampai kapankah kita akan terus begini?! Sampai kapankah kita dalam keadaan terpecah-belah, berselisih dan tersia-siakan? Apakah belum tiba saatnya bagi hati kita untuk tunduk penuh khusyuk mengingat Allâh Azza wa Jalla dan ajaran-ajaran agama kita? Wahai orang-orang yang terpilih dan terbaik, apakah belum tiba saatnya bagi kalian untuk saling bertaut hati dan saling mencintai?!

Maka, marilah kita bergegas untuk meluruskan shaf-shaf kita! Dengan izin Allâh, kita akan bisa mengharmoniskan hati kita. Sungguh, keharmonisan hati itu sangat bermanfaat bagi kita dan sekaligus sebagai pukulan telak terhadap para syaitan, baik dari bangasa jin maupun manusia.

Syaitan Menyelinap di Sela-sela Shaf

 Dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

رُصُّوا صُفُوفَكُمْ ، وَقَارِبُوا بَيْنَهَا ، وَحَاذُوا بِالأعْنَاقِ؛ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إنِّي لأَرَى الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ مِنْ خَلَلِ الصَّفِّ ، كَأَنَّهَا الحَذَفُ
Rapatkanlah shaf-shaf kalian! Dekatkanlah di antara shaf-shaf tersebut! Jadikanlah leher (dan pundak) dalam posisi sejajar . Demi Dzat Yang jiwaku ada di tangan-Nya! Sesungguhnya aku benar-benar melihat syaitan masuk dari celah shaf, seakan-akan syaitan itu anak-anak kambing[2]

Perhatikanlah nash-nash ini, kemudian tanyakan pada diri kita, siapakah yang menyelinap di sela-sela celah shaf itu? Jawabnya ada pada sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

وَلاَ تَذَرُوْا فُرُجَاتٍ لِلشَّيْطَانِ
Janganlah kalian biarkan ada celah-celah buat syaitan!

Siapakah syaitan ini? Kenalilah dia dari firman Allâh Azza wa Jalla :

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu). Sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongan supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala [Fâthir/35:6]

Dan tak bisa terlupakan dari benak kaum Muslimin bahwa masjid adalah belahan bumi yang paling dicintai Allâh Azza wa Jalla , sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ أَسْوَاقُهَا
Negeri (tempat) yang paling dicintai Allâh adalah masjid-masjidnya, sedangkan negeri yang paling dibenci Allâh adalah pasar-pasarnya.[3]

sementara shalat termasuk amalan yang paling dicinta Allâh Azza wa Jalla .
Lalu, bagaimana bisa disaat berada di tempat, waktu[4] dan amalan yang paling utama, engkau menjauh dari saudara-saudaramu, lalu mendekat kepada syaitan? Bagaimana bisa kita menjauhkan saudara-saudara dan mendekatkan musuh-musuh?! Sungguh sangat ironis!

Bagaimana bisa kita menjamu syaitan di rumah-rumah kaum Mukminin yang bertakwa kepada Allâh Azza wa Jalla ?[5]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan perbuatan membiarkan ada celah-celah dalam shaf, karena syaitan akan berhamburan menuju kearah celah itu dan mengisinya seperti halnya anak-anak domba yang masih kecil.

Bahkan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai bersumpah atas nama Allâh saat memberitahukan hal ini, padahal sumpah itu benar-benar sumpah yang agung dan diucapkan pula orang Nabi kita yang agung Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam sumpah ini terdapat banyak sekali makna-makna ubûdiyyah dan merendahnya Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Allâh Azza wa Jalla .

Mengingat Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetahui dengan sebenar-benarnya apa yang menjadi konsekuensi dari perihal diri Beliau yang berada di tangan Allâh Sang Pencipta Yang Maha Perkasa lagi Maha Besar.


Setelah mengucapkan sumpahnya –yang merupakan bentuk penegasan yang paling tinggi-, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangkan lagi piranti-piranti penegas yang lain; yaitu huruf taukîd (huruf yang menunjukkan makna penegasan) inna, lalu huruf lam dalam kata la-arâ (aku benar-benar melihat); kemudian Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kepada kita apa yang Beliau lihat dengan memberikan gambaran nyata serta menyerupakannya dengan sesuatu yang bisa diindra (sesuatu yang konkrit).

Ini semua adalah berita dari orang yang bisa menyaksikannya langsung, bukan berdasarkan berita yang dia dengar dari orang lain. Dan pasti beda antara orang yang menyaksikan sesuatu secara langsung dengan hanya mendengarnya dari sebuah berita.[6]  Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bisa melihat apa yang tidak kita lihat, sebagaimana sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kesempatan berbeda:

إِنِّي أَرَى مَا لَا تَرَوْنَ وَأَسْمَعُ مَا لَا تَسْمَعُونَ
Sesungguhnya aku melihat apa yang tidak kalian lihat dan saya mendengar apa yang tidak kalian dengar.[7]

Lalu setelah semua ini, bagaimana bisa kita rela dengan syaitan dan kita enggan dengan kaum Mukminin? Bila ada saudara Muslim yang mendekat kita, kita menjauh dan menghindar, sebaliknya bila syaitan terlaknat mendekat kita, kita menyambutnya dengan suka cita?!

Pahala orang yang menutup celah-celah shaf

Karena hal itu dan lainnya, Allâh Azza wa Jalla mengangkat derajat orang yang mau menutup celah shaf dan Allâh Azza wa Jalla bangunkan untuknya rumah di surga. Ini berdasarkan apa yang Aisyah Radhiyallahu anhuma riwayatkan, ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ سَدَّ فُرْجَةً رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً، وَ بَنَى لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
Barangsiapa yang menutup celah shaf, maka Allâh Azza wa Jalla akan mengangkatnya satu derajat dan Allâh bangun untuknya rumah di surga.[8]

Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhuma , ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خِيَارُكُمْ أَلْيَنُكُمْ مَنَاكِبَ فِي الصَّلَاةِ وَمَا مِنْ خُطْوَةٍ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنْ خُطْوَةٍ مَشَاهَا رَجُلٌ إلىَ فُرْجَةٍ فيِ الصَّفِّ فَسَدَّهَا
Yang terbaik di antara kalian adalah orang yang paling lunak pundaknya dalam shalat[9]. Dan tidak ada satu langkah yang lebih agung pahalanya daripada langkah yang diayunkan seseorang untuk menuju celah dalam shaf lalu ia menutupnya.[10]

Bantahan Terhadap Yang Menganggap Aneh Masuknya Syaitan Ke Sela-Sela Shaf

Sebagian orang ada yang merasa heran ketika mendengar bahwa syaitan bisa masuk ke celah-celah shaf. Sikap sebagian orang ini, sungguh sangat mengherankan! Sebab, kalaulah yang menganggap aneh itu bukan seorang Muslim, mungkin masalahnya agak ringan. Namun kalau itu muncul dari seorang Muslim, ini sama sekali tidak bisa diterima akal sehat.
Karena mengimani apa yang diberitakan oleh Nabi Muhammad SAW , Nabi yang benar lagi dibenarkan oleh Allâh Azza wa Jalla merupakan buah dan konsekuensi dari keimanan terhadap kenabian dan kerasulan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam .

Diantara kabar yang datang dari  Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah apa yang diriwayatkan Abu Sa’id  Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَضَعْ يَدَهُ عَلَى فِيهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ مَعَ التَّثَاؤُبِ
Bila salah seorang dari kalian menguap, maka hendaklah ia meletakkan tangannya pada mulutnya. Karena syaitan masuk bersamaan dengan saat ia menguap[11]

Juga sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

لَا تَقُلْ تَعِسَ الشَّيْطَانُ فَإِنَّهُ يَعْظُمُ حَتَّى يَصِيْرَ مِثْلَ الْبَيْتِ وَيَقُولُ بِقُوَّتِي صَرَعْتُهُ وَلَكِنْ قُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَصَاغَرَ حَتَّى يَصِيْرَ مِثْلَ الذُّبَابِ
Janganlah engkau mengatakan, ‘Celaka setan!’ Karena ia akan semakin membesar hingga menjadi seperti rumah dan dia akan mengatakan, ‘Dengan kekuatankulah aku bisa menghempaskannya!’ Akan tetapi katakanlah, ‘Bismillah.’ Karena sesungguhnya bila engkau mengucapkan kalimat itu, iapun akan mengecil hingga menjadi seperti lalat.[12]

Kita telah mendengar dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa syaitan bisa masuk lewat mulut seseorang ketika ia tanpa menutup mulut. Dalam kesempatan lain, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memberitahukan bahwa sesekali syaitan bisa membesar hingga menjadi seperti rumah dan syaitan juga bisa mengecil hingga menjadi seperti lalat dengan sebab bacaan ‘Bismillah’ yang dibaca oleh seseorang Muslim.

Dan kabar tentang syaitan itu bisa masuk dalam celah-celah shaf juga datang dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam .

Berhati-hatilah! Wahai saudara-saudaraku! Jangan sampai ada keraguan menyelinap ke dalam diri kita! Jika ada keraguan menyelinap ke dalam hati, itu menandakan ada kerusakan di hati dan menjadi tanda bahwa dia belum bisa menerima sepenuhnya perintah-perintah syariat yang hanîf ini.Semoga Allâh Azza wa Jalla senantiasa melindungi kita semua dari semua makar syaitan yang datang segala penjuru untuk menyesatkan kita dan mencari orang yang bisa menemaninya di neraka
_______
Footnote
[1] HR. Muslim, no. 432
[2] HR. Abu Daud dan An-Nasa’i. Lihat Shahîh Sunan Abi Daud, no. 621 juga Shahîh at-Targhîb wa at-Tarhîb, no. 494.
[3] HR. Muslim, no. 671
[4] Menunjuk pada hadits Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Aku bertanya kepada Rasûlullâh n , ‘Amalan apakah yang paling utama?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Shalat tepat pada waktunya…” HR. Al-Bukhâri, no.  527 dan Muslim, no. 85
[5] Merujuk pada sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Masjid adalah rumah setiap orang bertakwa.” HR. Thabrani dalam al-Kabîr, dan lainnya. Hadits ini dinilai sebagai hadits hasan oleh Syaikh al-Albani dalam ash-Shahîhah, no. 716
[6] HR. Ahmad dalam Musnadnya. Hadits ini dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Misykatul Mashâbîh, no. 5738
[7] HR. Tirmidzi, Shahîh Sunan Tirmidzi, no. 1882; Ibnu Mâjah, Shahîh Ibni Mâjah, no. 3378. Dan hadits ini dinilai hasan oleh syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahîh at-Targhîb wa At-Tarhîb, no. 3380
[8] HR. Al-Mahamili dalam al-Amâlî, juga Ahmad, Ibnu Mâjah tanpa ada lafazh, “Allâh bangun untuknya rumah di surga.” Lihat ash-Shahîhah, no. 1892 dan Shahîh at-Targhîb wa at-Tarhîb, no. 505
[9] yaitu yang mudah ketika dirapikan shafnya; ketika ada yang mengambil bahunya yang keluar dari shaf untuk dimajukan atau diakhirkan hingga shaf menjadi lurus
[10] HR. Thabrani dalam al-Ausath. Lihat ash-Shahîhah, no. 2533 dan Shahîh at-Targhîb wa at-Tarhîb, no. 504
[11] HR. Al-Bukhâri, no.  3289 dan Muslim, n.  2995. Dan ini lafazh yang diriwayatkan Imam Muslim.
[12] HR. Ahmad dalam Musnadnya; Abu Daud, Shahîh Sunan Abi Daud, no. 4168, dan lainnya

Monday, May 15, 2017

Bulan Yang Dinanti-nanti Akan Segera Tiba, Bulan Yang Penuh Barokah, Pahala Berlipat Ganda



Hilal Awal Ramadhan

Sesungguhnya bulan Ramadhan yang mulia ini adalah bulan puasa dan shalat di malam harinya. Dan bulan ini adalah bulan istimewa yang khusus untuk Al-Qur’an. Sebab, inilah bulan dimana Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi kehidupan manusia baik didunia dan akhirat. Allah Ta’ala berfirman,

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (QS. Al-Baqarah 2 : 185)

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam, karena Allah Ta’ala memberikan discount dan bonus besar-besaran serta mengobral pahala. Allah Ta’ala melipatgandakan pahala kebaikan yang dilakukan setiap manusia hingga 10 sampai 700 kali lipat.

Hal ini seperti hadits Nabi yang artinya:

“Semua amalan anak adam akan dilipatgandakan (balasannya), satu kebaikan akan dibalas dengan 10 sampai 700 kali lipat.” Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Kecuali puasa, sesungguhnya itu untuk-Ku, dan Aku yang langsung membalasnya. Hamba-Ku telah meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.” (HR. Muslim)
Sesiap Apakah Kita Menghadapi Ramadhan Tahun Ini?

Selama bulan Ramadhan kita diperintahkan untuk selalu menegakkan ketaatan kepada Allah Ta’ala, disamping melaksanakan kewajiban puasa. Banyak amal ibadah yang kita lakukan sebagai wujud menegakkan bulan Ramadhan, diantaranya yaitu shalat qiyamul lail dan membaca Al-Qur’an.
Sebagaimana yang dituliskan oleh Imam Al-Shan’any dalam kitabnya Subulus-Salam,
“Menegakkan bulan Ramadhan, yaitu menegakkan malam bulan Ramadhan dengan shalat atau membaca Al-Qur’an.” (Juz II, hlm: 173)

Ketika sudah masuk pada bulan Ramadhan seperti sekarang ini, semua orang setiap habis shalat ashar, shalat tarawih, dan bahkan shalat subuh, mereka akan berlomba-lomba untuk membaca Al-Qur’an dan sebanyak mungkin untuk mengkhatamkannya. Di mushola dan masjid, suara membaca Al-Qur’an silih berganti terdengar. Memang membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan berbeda ketika dibaca di sebelas bulan yang lain. Di bulan-bulan biasa ketika membaca satu huruf, kita akan diberi balasan pahala dengan sepuluh kebaikan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dalam kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan setiap kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan. Saya tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Oleh sebab itu, perbanyaklah membaca Al-Qur’an itu, baik di luar shalat maupun di dalam shalat, seperti pada saat shalat tarawih. Semakin banyak jumlah ayat Al-Qur’an yang dibaca dalam shalat tarawih, maka semakin baik. Meskipun membaca surat selain Al-Fatihah di dalam shalat adalah suatu perbuatan yang bersifat anjuran atau sunnah, namun bagi setiap orang yang membaca Al-Qur’an dalam shalat tarawih, akan mendapatkan balasan pahala yang besar. Sebab satu amalan sunnah pada bulan Ramadhan, bernilai seperti satu amalan wajib di luar Ramadhan.
Perbanyak Tadarus (Membaca Alquran)

Membaca Al-Qur’an di luar shalat saja pahalanya besar, apalagi di dalam shalat, dan apalagi pada bulan Ramadhan, tentu Allah akan memberikan pahala yang berlipat ganda.
Apabila Rasulullah melaksanakan qiyam Ramadhan atau shalat tarawih, beliau memperpanjang bacaan Al-Qur’an, lebih panjang daripada shalat-shalat yang lain. Beliau pernah shalat malam pada bulan Ramadhan, di dalam shalat itu beliau membaca surat Al- Baqarah, An-Nisa dan Ali-‘lmran. Setiap kali beliau berjumpa ayat tentang ancaman, beliau berhenti sejenak untuk memohon perlindungan. (HR. Muslim, dari Hudzaifah bin Yaman)

Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu memerintahkan Ubay bin Ka’ab dan Tamim ad-Dari untuk mengimami shalat pada bulan Ramadhan. Mereka membaca sebanyak 200 ayat dalam satu rakaat, sehingga para sahabat bersandar (berpegangan) pada tongkat mereka, karena lama berdiri. Shalat baru selesai menjelang fajar. Disebutkan dalam satu riwayat, bahwa ada pula yang memasang tali di antara tiang-tiang masjid, kemudian mereka berpegangan pada tali tersebut.

Pernah juga Umar bin Khaththab mengumpulkan tiga orang penghafal Al-Qur’an, untuk menjadi imam shalat tarawih. Yang paling cepat bacaannya, beliau perintahkan untuk membaca 30 ayat pada setiap rakaat shalat tarawih. Yang bacaannya sedang, diperintahkan membaca 25 ayat pada setiap rakaat. Sedangkan yang paling lambat bacaannya, diperintahkan membaca 20 ayat setiap rakaat.

Pada masa tabi’in (masa setelah sahabat Nabi), biasanya kalau mereka melaksanakan shalat tarawih, mereka menghabiskan bacaan surat Al-Baqarah seluruhnya, dalam 8 rakaat shalat. Jika ada imam yang membaca seluruh surat Al-Baqarah dalam 12 rakaat, mereka beranggapan bahwa imam telah memperpendek bacaan shalatnya.
Perbanyak Ibadah

Memang, sesungguhnya jumlah ayat Al-Qur’an yang dibaca dalam shalat tarawih tidaklah harus seperti yang digambarkan di atas. Sebab kemampuan setiap orang berbeda-beda. Akan tetapi, sangatlah bagus dilakukan jika mampu melakukan seperti itu. Gambaran di atas menunjukkan bahwa betapa agungnya membaca Al- Qur’an itu pada bulan Ramadhan, apakah ketika shalat, terutama pada qiyam Ramadhan (shalat tarawih), maupun di luar shalat.

Demikian pula dengan membaca Al-Qur’an di luar shalat pada bulan Ramadhan. Di antara ulama masa lalu, ada yang mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an setiap dua hari dalam bulan Ramadhan. Berarti selama sebulan Ramadhan, beliau mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an sebanyak 15 kali. Ada ulama, seperti An-Nakha’i yang mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an setiap tiga hari. Ada yang mengkhatamkan Al-Qur’an setiap 3 hari, tapi pada 10 hari terakhir Ramadhan, ia khatam setiap hari.

Menurut sebuah riwayat, bahwa Imam Syafi’i mengkhatamkan Al-Qur’an pada bulan Ramadhan, di luar shalat, sebanyak 60 kali. Demikian juga yang dilakukan oleh Imam Abu Hanifah. Subhaanallah. Apabila telah datang bulan Ramadhan, maka Imam Malik menghentikan sementara kegiatan membaca hadits-hadits dan belajar kepada para ulama, lalu berkonsentrasi untuk membaca Al-Qur’an.
Berdoa Yang Khusu'

Demikianlah perhatian yang sangat besar diberikan oleh orang-orang shaleh, oleh para ulama terhadap Al-Qur’an pada bulan Ramadhan. Begitu pula kaum Muslimin pada umumnya, meskipun jumlah mereka mengkhatamkan Al-Qur’an pada bulan Ramadhan, masih jauh di bawah para ulama tersebut. Namun risalah singkat ini semoga bisa menjadi pemacu dan pemicu kita semua untuk semakin banyak membaca Al-Qur’an dibulan Ramadhan 1437 H ini. Wallahu a’lam… chat telegram Ikuti Kami di Facebook

Thursday, May 11, 2017

40 pelajaran dari nabi Muhammad (S.A.W) Part 2


21. Jgn curigaan pada temanmu.
22. Jgn pernah berdusta.
23. jgn membaui makanan saat memakannya.
24. bicara yg jelas agar org lain bisa memahami.
25. Hindari bepergian sendirian.


26. Jgn memutuskan sendiri namun berkonsultasilah dengan orang yg tahu.
27. Jangan bangga diri.
28. Jgn sedih dgn makananmu.
29. Jgn besar mulut.
30. Jgn mengusir pengemis.


31. Layani tamumu dengan baik dengan sepenuh hati.
32. Sabar ketika dalam kemiskinan.
33. Bantulah perkara kebaikan.
34. Pikirkanlah kesalahanmu dan bertaubatlah.
35.  Berbuat baiklah kepada orang yg berlaku jahat padamu.


36. Qana'ah
37. Jgn tidur terlalu sering- menyebabkan pikun.
38. Bertaubatlah minimal 100 kali sehari (Istighfaar).
39. Jgn makan dalam keadaan gelap.
40. jgn makan sepenuh-penuh mulut.

Share ke yg lain untuk mengingatkan mereka.
semoga Allah merahmati kita semua, Aamiin

cinta itu nyata

Kenapa kita tertidur ketika di masjid, namun bisa tetap terjaga saat menghadiri pesta?

Kenapa begitu susah untuk berkomunikasi dengan Allah namun begitu mudah bergosip?

Kenapa begitu mudah mengabaikan pesan ilahiah namun mudah memforward pesan yg tidak berfaidah?

Apakah anda akan mengirim ke teman2 atau mengabaikannya?

Allah berfirman:"jika engkau menolakku di hadapan teman2mu. Aku akan menolakmu di hari kebangkitan"
apabila tiap muslim mengucapkan astaghfirullah wa atubu ilaih 3 kali sekarang dan tekan tombol Share, dalam beberapa detik milyaran akan mengucapkannya dan anda tidak akan rugi maka Sebarkanlah...



40 pelajaran dari nabi Muhammad (S.A.W) Part 1


01. Jangan tidur antara fajr dan Ishraq, Asr dan Maghrib, Maghrib dan Isha.
02.hindarkan duduk dengan orang yg bau badan. Contoh (bawang)
03. Jangan tidur dekat orang yg bicara buruk sebelum tidur.
04. jangan makan dan minum dengan tangan kiri.
05. Jangan makan makanan yg dikeluarkan dr gigimu.


06.Jangan membunyikan sendi2 jari.
07. periksa sepatumu sebelum memakainya.
08. Jangan memandang ke langit ketika shalat.
09. Jangan meludah dalam toilet.
10. jangan bersihkan gigi dengan arang.


11. Duduk/jongkok baru kenakan celana.
12.  jangan patahkan benda keras dengan gigimu.
13. Jangan meniup makananmu ketika panas tapi kamu boleh mengipasinya.
14. Jngan melihat kesalahan orang lain.
15. jangan berbicara antara iqamah dan adhan.


16. Jangan bicara dalam toilet.
17. jangan membicarakan keburukan temanmu.
18. Jangan membuat temanmu marah
19. Jgn sering melihat ke belakang ketika berjalan.
20. Jgn hentakkan kakimu saat berjalan.


Share ke yg lain untuk mengingatkan mereka.
semoga Allah merahmati kita semua, Aamiin

cinta itu nyata

Kenapa kita tertidur ketika di masjid, namun bisa tetap terjaga saat menghadiri pesta?

Kenapa begitu susah untuk berkomunikasi dengan Allah namun begitu mudah bergosip?

Kenapa begitu mudah mengabaikan pesan ilahiah namun mudah memforward pesan yg tidak berfaidah?

Apakah anda akan mengirim ke teman2 atau mengabaikannya?

Allah berfirman:"jika engkau menolakku di hadapan teman2mu. Aku akan menolakmu di hari kebangkitan"
apabila tiap muslim mengucapkan astaghfirullah wa atubu ilaih 3 kali sekarang dan tekan tombol Share, dalam beberapa detik milyaran akan mengucapkannya dan anda tidak akan rugi maka Sebarkanlah...


Tuesday, May 9, 2017

Jangan Takut, Inilah Janji Allah Bagi Orang Yang Akan Menikah


"Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan."

Inilah kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudaraku…
1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26)
Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.

2. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32)

Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”.
Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi

Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. 

Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?

3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)
Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.

4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21)

5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”. (Al Mu’min : 60)
Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dan seterusnya.

Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll.
Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia, pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll.
Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dan lain-lain.
Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst.

Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam”. (Hadits shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad).
Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,“Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35).
Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim).

6. ”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat”. (Al Baqarah : 153)
Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan shalat. Tentunya agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga harus shalat sesuai Sunnahnya dan terbebas dari bid’ah-bid’ah.

7. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah : 5 – 6)
Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah.

8. “Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad : 7)
Agar Allah Tabaraka wa Ta’ala menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian, dll. Dengan itu semoga Allah menolong kita.

9. “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40)

10. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al Baqarah : 214)

Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim.

Jadi, kenapa ragu dengan janji Allah?

Share ya......!!!!!! chat telegram Ikuti Kami di Facebook

Saturday, November 12, 2016

Tauhid Nafyi dan Itsbat



Kalimat yang Agung ini لا اله الا لله memiliki dua rukun yaitu an-Nafyi (penafian / penolakan / pengingkaran) dan itsbat (penetapan / penegasan). Yang di maksud an-Nafyi ( لا اله ) yaitu menafikan semua yang di ibadahi selain Allah atau pengosongan. Dan aI-Itsbat ( الا لله ) yaitu menetapkan seluruh macam ibadah hanya kepada Allah saja tidak ada sekutu baginya. Penafian murni saja bukanlah Tauhid, penetapan murni saja itu pun bukanlah Tauhid, namun Tauhid itu harus menggabungkan antara keduanya. Makna لا اله الا لله yaitu tidak ada yang berhaq di ibadahi kecuali Allah, atau tidak ada yang berhak terhadap segala peribadatan ini tanpa disertai lainnya kecuali hanya Allah.

Kalimat tauhid ini menafikan 4 perkara dan menetapkan 4 perkara. 4 perkara yang dinafikan adalah: • Alihah (Rabb-Rabb)ialah apa saja yang engkau jadikan tujuan dengan melakukan sesuatu untuk mendapatkan manfaat atau menlak mudharat darinya • Thawaghit (Thaghut)Ialah apa dan siapa saja yang disembah dan ia rela dengan sesembahan itu, atau sesuatu yang dicalonkan sebagai sesembahan • Andad (Tandingan bagi Allah)ialah setiap sesuatu yang menjauhkan dari Dien Islam, baik itu keluarga, tempat tinggal, kerabat, maupun harta. semua itu bisa disebut andad bila menyebabkan jauh dari Dien Islam, hal ini berdasarkan firman Allah azza wa Jalla: "Dan diantara manusia ada rang yang menyembah Rabb selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai sebagaimana mereka mencintai Allah (QS. al-Baqarah: 165) • Arbabialah seseorang yang menetapkan hukum, memberi fatwa yang menyimpang dari al-Haq, lalu dipatuhi oleh seseorang, sebagaimana firman Allah azza wa Jalla: "Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi) dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai Rabb selain Allah" (QS. al-Baqarah: 165) Sedangkan 4 perkara yang ditetapkan oleh kalimat ini adalah: • al-Qashdual-Qashdu adalah tujuan, hendaklah seseorang tidak memiliki tujuan dan maksud (niat) kecuali kepada Allah azza wa Jalla. • at-Ta'dhim wal Mahabbah (Pengagungan dan kecintaan)at-Ta'dhim wal Mahabbah adalah (Pengagungan dan kecintaan), sebagaimana firman Allah azza wa Jalla: " Adapun orang-orang yang beriman, sangat besar cintanya kepada Allah"
(al-Baqarah: 165) • al-Khauf war Raja'al-Khauf war Raja' adalah rasa kekhawatiran dan pengharapan, sebagaimana firman Allah azza wa Jalla : "Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. Yunus: 107) at-Taqwaat-Taqwa (bertakwa) adalah berlindung / takut dari murka dan siksa Allah dengan cara meninggalkan Syirik dan seluruh kemaksiatan, memurnikan ibadah hanya kepada Allah dan mentaati perintah-Nya sesuai dengan syariat-Nya Ibnu Mas'ud Radiyallahu'Anhu berkata: "Hendaklah engkau melaksanakan ketaatan kepada Allah di atas cahaya Allah karena mengharap pahala dari Allah, dan menginggalkan kemaksiatan berdasarkan cahaya Allah karena takut akan siksa Allah."


الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

(QS. al-Maidah: 3)



sumber Mimbar Telegram

Keutamaan Surat Al-Mulk


Tahukah anda?
Diceritakan ada seorang wanita solehah yang meninggal, maka tiap kali penduduk desa ziarah kubur, mereka mencium harumnya mawar dari dalam kubur, kemudian suaminya menjelaskan, bahwa istrinya itu semasa hidup selalu membaca surah al-mulk, setiap mau tidur...
Sesungguhnya surat al-mulk itu menyelamatkan dari siksa kubur.


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ إِنَّ سُورَةً مِنَ الْقُرْآنِ ثَلاَثُونَ آيَةً شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ وَهِىَ سُورَةُ تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ.

“Ada suatu surat dari al Qur’an yang terdiri dari tiga puluh ayat dan dapat memberi syafa’at bagi yang membacanya, sampai dia diampuni, yaitu : “Tabaarakalladzii biyadihil mulku… (surat Al Mulk)
[HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad]


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « هِىَ الْمَانِعَةُ هِىَ الْمُنْجِيَةُ تُنْجِيهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ». قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ. وَفِى الْبَابِ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ.

“Dia adalah penghalang, dia adalah penyelamat yang menyelamatkannya dari siksa kubur.”
[HR. Tirmidzi]


عَنْ جَابِرٍ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ لاَ يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ (الم تَنْزِيلُ) وَ (تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ)

"Jabir berkata, “Nabi SAW tidak tidur sampai beliau membaca Alif laam miim tanzil (surat As Sajdah) dan Tabarokalladzi bi yadihil mulk (surat Al Mulk).”
[HR. Tirmidzi]


عن عبد الله بن مسعود قال : من قرأ { تبارك الذي بيده الملك } كل ليلة منعه الله بها من عذاب القبر وكنا في عهد رسول الله صلى الله عليه و سلم نسميها المانعة وإنها في كتاب الله سورة من قرأ بها في كل ليلة فقد أكثر وأطاب.

"Abdullah bin Mas’ud RA berkata, “Barangsiapa membaca “Tabarokalladzi bi yadihil mulk” (surat Al Mulk) setiap malam, maka Allah akan menghalanginya dari siksa kubur. Kami di masa Rasulullah SAW menamakan surat tersebut “al Mani’ah” (penghalang dari siksa kubur). Dia adalah salah satu surat di dalam Kitabullah (al Quran). Barangsiapa membacanya setiap malam, maka ia telah memperbanyak dan telah berbuat kebaikan.”
[HR. An Nasai & Al Hakim]