Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Friday, June 9, 2017

7 Masalah Kesehatan yang Sering Muncul di Bulan Puasa, dan Cara Mengatasinya


Meskipun berpuasa diyakini memiliki berbagai macam manfaat kesehatan, namun masih banyak orang yang khawatir tentang konsekuensi yang mungkin dapat terjadi. Beberapa ahli medis mengatakan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang dampak berpuasa terhadap kesehatan.
Zibdeh, yang merupakan ahli diet dan ahli gizi dengan pengalaman selama 7 tahun, telah menemukan cara untuk mengintegrasikan berpuasa Ramadhan dengan praktek yang dilakukannya agar bermanfaat bagi pasiennya.
“Setelah lebih dari 10 jam berpuasa, tubuh akan menggunakan jaringan lemak untuk diubah menjadi energi. Sehingga, hal ini sangat baik bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan,” kata Zibdeh, seperti yang kami kutip dari situs ThinkProgress.
Zibdeh, yang berbasis di Virginia Utara, menyarankan kepada para pasiennya–yang sering mengeluh tentang berat badan, nyeri otot dan sendi, diare dan sembelit, serta penyakit lainnya–untuk tidak makan terlalu berlebihan saat berbuka puasa dan tetap melakukan diet sehat seperti mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran.
Meskipun telah banyak yang menulis tentang manfaat puasa bagi kesehatan, tentu rasa khawatir tersebut masih ada, bukan?
Berikut beberapa masalah kesehatan yang sering dialami selama berpuasa dan bagaimana cara untuk mencegahnya yang telah didiskusikan dengan para ahli medis dan para ulama.

Puasa dan sakit maag

Berpuasa biasanya menyebabkan menurunnya jumlah asam di perut yang berfungsi untuk mencerna makanan dan membunuh bakteri. Namun bagaimanapun, otak akan memberi sinyal pada perut untuk memproduksi lebih banyak asam ketika kita berpikir maupun mencium makanan, yang justru dapat menyebabkan sakit maag.
Apabila Anda meminum obat untuk pencernaan secara teratur, seperti antihistamine, disarankan untuk tetap mengkonsumsinya. Waktu yang tepat untuk mengkonsumsinya adalah saat sahur.
Untuk mengendalikan sakit maag dapat dilakukan dengan tidak mengkonsumsi makanan berminyak, goreng-gorengan, dan makanan pedas terlalu banyak, atau bahkan lebih baik untuk tidak mengkonsumsinya sama sekali. Mengurangi konsumsi kafein dan berhenti merokok juga dapat membantu untuk mengendalikannya.
Mempersiapkan minyak kayu putih juga dapat mengurangi rasa tidak nyaman pada perut, serta tidur dengan meletakkan beberapa bantal pada kepala juga dapat mencegah sakit maag.

Puasa dan pengendalian diabetes yang buruk

Mereka yang secara teratur menyuntikkan insulin disarankan untuk tidak berpuasa, karena melawatkan injeksi insulin sangat berpotensi mengalami risiko kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Mereka yang mengendalikan diabetes dengan obat-obatan oral (yang diminum) disarankan untuk mendiskusikan dahulu dengan dokter sebelum mulai berpuasa.
Memonitoring kadar gula darah secara teratur sangat disarankan karena kadar gula darah yang rendah (yang disebut dengan hypo) sangat berbahaya dan dapat menyebabkan pingsan maupun kejang apabila tidak dirawat dengan benar.
Merasa pusing, berkeringat dan kebingungan mungkin gejala dari hypo. Apabila penderita diabetes mengalami hal ini, sebaiknya segera mengkonsumsi minuman yang mengandung gula atau dapat pula dengan meletakkan gula di bawah lidah.

Puasa dan sakit kepala

Masalah kesehatan yang satu ini memiliki banyak penyebab. Sakit kepala selama berpuasa dapat terjadi karena dehidrasi, rasa lapar, dan kurangnya istirahat. Diet seimbang dan terkontrol, khususnya dengan tidak melewatkan makan sahur, mengkonsumsi cukup cairan, dan jika perlu mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit, misalnya paracetamol, dapat mencegah dan mengurangi risiko sakit kepala.
Sakit kepala juga dapat dicegah dengan tidak mengekspos tubuh pada sinar matahari, menggunakan topi saat keluar, menggunakan kacamata hitam untuk mengurangi efek silau sinar matahari, serta meringankan otot yang tegang dengan melakukan pijatan ringan.

Puasa dan dehidrasi

Selama berpuasa, tubuh akan rentan mengalami dehidrasi karena tubuh akan terus-menerus kehilangan air dan garam melalui proses bernafas, berkeringat, dan buang air kecil. Risiko mengalami dehidrasi akan meningkat apabila Anda tidak minum dengan cukup sebelum berpuasa. Bahkan, risiko ini akan semakin tinggi pada orang tua dan mereka yang mengkonsumsi obat-obatan tertentu.
Apabila Anda tidak sanggup berdiri karena mengalami sakit kepala maupun disorientasi, sebaiknya Anda segera minum dengan teratur serta dalam jumlah air cukup banyak. Serta, apabila Anda kepayahan akibat dehidrasi, letakkan kaki lebih tinggi dari kepala dan setelah cukup kuat, segera merehidrasi tubuh Anda.

Puasa dan konstipasi (susah BAB)

Aktif beraktivitas selama berpuasa, mengkonsumsi air secara teratur, dan makan makanan sehat (selama tidak berpuasa) akan menjaga usus bergerak secara teratur. Mengkonsumsi banyak buah-buahan dan sayuran, serta meningkatkan jumlah serat pada makanan sehat Anda dapat membantu dalam pencegahan konstipasi.
Apabila hal tersebut masih terus berlanjut, mengkonsumsi sedikit obat pencahar juga dapat membantu menyembuhkan masalah susah buang air besar Anda.

Puasa dan stres

Tubuh akan mengalami stres yang disebabkan oleh terbatasnya asupan makanan dan air yang masuk ke dalam tubuh selama berpuasa, serta perubahan rutinitas dan semakin pendeknya durasi tidur. Apabila Anda mengalami hal tersebut, sangat penting dan dianjurkan untuk menghadapi setiap sumber potensi stress dengan baik agar terhindar dari efek negatif yang mungkin dapat ditimbulkan.
Stres juga dapat dikendalikan mengendalikan amarah (anger management), tidak merokok, serta tidak melakukan pekerjaan yang melebihi kemampuan tubuh Anda.

Puasa dan mengontrol berat badan

Banyak ahli gizi yang mengatakan bahwa berpuasa adalah cara yang baik untuk menurunkan berat badan, sedangkan beberapa ahli kesehatan mempercayai bahwa diet tersebut sangat tidak efektif untuk menurunkan berat badan dalam jangka panjang.
Selain itu, mengkonsumsi makanan selama sahur dan berbuka puasa dapat menyebabkan penambahan berat badan yang tidak diinginkan karena para ahli kesehatan percaya bahwa orang-orang yang berpuasa cenderung mengabaikan rekomendasi makan yang sehat, seperti mengkonsumsi lima porsi buah-buahan dan sayuran setiap hari. Juga, Anda mungkin akan cenderung makan lebih banyak dari porsi biasanya, dengan makanan yang lebih bervariasi pula.
“Mungkin dengan berpuasa terlihat dapat lebih cepat untuk menurunkan berat badan, tetapi hal ini hanya cepat dalam menghilangkan cairan tubuh, yaitu salah satu substansi penurun berat badan,” kata Medelyn Fernstrom, PhD, dari University of Pittsburgh Medical Center’s Weight Loss Management Center. “Apabila berat badan Anda turun dengan cepat, maka ia dapat segera kembali dengan cepat pula ketika Anda memulai makan dengan normal lagi,” lanjutnya.
Namun, apabila Anda berpuasa dengan disiplin dan mengikuti semua rekomendasi tentang makanan sehat yang dianjurkan, hal ini akan sangat membantu dalam menurunkan berat badan dan membuat tubuh lebih sehat.

Meskipun berpuasa dapat menyebabkan berbagai risiko kesehatan, para ahli gizi mengatakan bahwa berpuasa dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan bagi mereka yang lebih dulu berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan diet yang diinginkan dan mematuhi semua aturan tentang hal tersebut sebelum memulainya.

Tuesday, June 6, 2017

Lakukan 10 Cara Ini agar Tetap Energik Selama Puasa


Dengan menahan makan dan minum selama lebih dari 12 jam tentu tubuh akan merasa lemas dan lesu, serta ingin selalu bermalas-malasan sepanjang hari dan tidak produktif. Apalagi, puasa tahun ini datang di saat musim kemarau dengan siang yang panjang dan malam yang pendek, sehingga sangat penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan melakukan kebiasaan makan yang baik dan sehat agar puasa dan aktivitas tetap berjalan lancar.
Ketika berpuasa, kebutuhan energi akan sangat bergantung pada gula atau glukosa dari makanan yang Anda konsumsi saat sahur. Namun, makanan tersebut hanya dapat menyediakan energi untuk beberapa jam saja dan tubuh akan sangat bergantung pada glukosa yang tersimpan (glikogen) dan lemak.
Kemudian, setelah berpuasa sepanjang hari, makanan yang Anda makan saat buka puasa akan memberikan kalori dan nutrisi pada sel-sel tubuh yang kemudian diubah menjadi energi dan vitalitas.
Untuk menjaga tubuh tetap segar dan berenergi selama berpuasa, lakukan tips-tips berikut ini agar puasa tetap lancar dan produktivitas tetap jalan terus:

#1 Minum air yang cukup

Hal yang paling penting saat berpuasa, apalagi pada saat cuaca panas seperti sekarang ini adalah menjaga tubuh tetap terhidrasi dan terisi.
Pastikan Anda mengkonsumsi cairan dan air yang cukup antara waktu buka puasa dan sahur karena air putih dapat membersihkan tubuh dari racun dan mencegah sakit kepala (terutama saat Anda menahan makan dan minum sepanjang hari).


tips bugar energik selama puasa
Cukupi asupan harian air putih Anda selama Bulan Puasa Ramadhan.

Serta, jangan terlalu banyak minum teh khususnya pada saat sahur karena justru dapat meningkatkan banyaknya cairan yang hilang saat buang air kecil. Selain dengan minum air putih, Anda juga dapat mengkonsumsi suplemen gizi yang dapat memberikan Anda asupan protein, lemak sehat, dan nutrisi.

Baca JugaSakit Kepala Saat Puasa: Penyebab dan Cara Mengatasinya

#2 Mengkonsumsi makanan yang menghidrasi (mengandung air)

Menjalankan ibadah puasa pada saat cuaca panas ditambah dengan aktivitas dan pekerjaan sehari-hari, tentunya dapat menyebabkan tubuh kekurangan energi dan membutuhkan nutrisi yang cukup dari makanan yang dikonsumsi.
Jagalah agar tubuh Anda tetap terhidrasi dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak air di saat sahur seperti semangka, mentimun, buah-buahan citrus, dan tomat dapat mencegah tubuh mengalami dehidrasi di saat cuaca terik.
Makanan lain yang baik dalam menghidrasi tubuh antara lain nanas, buah berry, bayam, dan selada.

#3 Mengkonsumsi karbohidrat kompleks

Untuk mendapatkan energi yang dibutuhkan tubuh saat berpuasa, Anda harus memerhatikan kualitas makanan yang Anda konsumsi. Godaan mengkonsumsi makanan olahan yang banyak mengandung gula tentu sangat besar, namun perlu Anda ingat bahwa yang benar-benar tubuh butuhkan adalah nutrisi.
Pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti beras merah, gandum, kacang rye, kacang barley, quinoa, buah berry, apel dan jeruk yang mengandung indeks glikemik rendah dan tidak membuat gula darah melonjak.


karbohidrat kompleks selama puasa
Makanan karbohidrat kompleks membuat tubuh tetap energik selama puasa. [source: clipartfest.com]
Makanan-makanan tersebut memberi Anda energi yang dapat bertahan selama berjam-jam, tidak seperti makanan yang mengandung gula yang hanya dapat memberi energi untuk waktu singkat yang kemudian menyebabkan menurunnya kadar gula darah dan akibatnya tubuh menjadi kekurangan energi.

Selain itu, Anda juga dapat mengkonsumsi roti gandum dan sereal yang kaya akan Vitamin B yang dapat membantu melepaskan energi secara berkala dan perlahan dari makanan yang Anda makan.

#4 Mengkonsumsi protein

Anda dapat mengkonsumsi makanan yang mengandung protein bersama dengan karbohidrat kompleks. Makanan yang kaya akan protein seperti susu, dan produk olahan susu (yogurt, keju – sebaiknya pilih keju putih karena mengandung lemak yang lebih rendah), dan kacang-kacangan akan membuat Anda merasa kenyang dalam waktu yang lama.
Protein sangat penting dalam mempertahankan struktur dan fungsi tubuh, dan sangat bermanfaat untuk membangun otot. Selain itu, protein juga memiliki manfaat lain seperti memperbaiki dan memelihara, serta menyalurkan zat besi dan oksigen ke seluruh sel-sel tubuh. Namun, hindari protein olahan dan pilih protein alami seperti yang berasal dari ikan, ayam, dan telur.

#5 Mengkonsumsi lemak sehat

Lemak dapat menghasilkan asam lemak yang penting bagi tubuh untuk menjaga organ-organ dan mengatur suhu tubuh. Lemak juga dapat menyehatkan kulit, menyalurkan vitamin lemak larut ke seluruh tubuh, dan sumber yang baik sebagai penghasil energi.
Sumber lemak yang baik antara lain kacang-kacangan, mentega, minyak, dan tentu saha buah apukat.

#6 Kurma untuk berbuka puasa



kurma untuk berbuka puasa
Buah kurma sangat baik sebagai menu awal berbuka puasa.

Dengan berpuasa, kita akan sulit untuk memenuhi asupan nutrisi dan vitamin harian yang dibutuhkan tubuh. Anda tidak perlu khawatir tentang hal itu karena kurma diketahui mengandung berbagai manfaat kesehatan dan nutrisi penting seperti kaya akan serat, potassium, magnesium, tembaga, dan Vitamin B.
Selain itu, kurma juga diketahui dapat mengatur gula darah, tekanan darah, menurunkan berat badan, mencegah kanker dan arthritis. Kurma juga dapat membantu menyalurkan oksigen ke otak dan dapat menjaga kesehatan kulit.
Biasanya, kurma dikonsumsi pada saat berbuka puasa. Yang perlu Anda perhatikan, cukup konsumsi satu atau dua biji kurma pada saat berbuka puasa karena kurma mengandung gula yang sangat tinggi. Jika kebanyakan, bisa mengganggu Anda menghadapi hidangan utama setelah ibadah Shalat Maghrib karena Anda ‘merasa’ kenyang.
Untuk mencegah Anda mengkonsumsi lebih, sebaiknya konsumsi juga smoothie sayuran, buah berry, dan air kelapa saat berbuka.

#7 Kacang-kacangan sebagai camilan

Satu jam setelah berbuka puasa, mungkin Anda akan merasa lapar lagi. Apabila ini terjadi, konsumsi makanan ringan seperti kacang-kacangan, keju, dan buah-buahan sebagai camilan serta jangan lupa tetap minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi.

#8 Jangan tidur saat keadaan lapar

Konsumsi yogurt dengan buah-buahan dan pudding sebelum tidur serta jangan lupa untuk minum dua gelas air putih sebelum tidur untuk mencukupi asupan cairan tubuh Anda di hari tersebut.

#9 Sahur dengan makanan yang mengisi (membuat kenyang)

Makan sahur akan memberikan Anda energi untuk tetap bertenaga sepanjang hari. Jangan pernah lewatkan sahur karena tubuh Anda akan mengalami kelaparan dan menyebabkan Anda makan berlebihan saat berbuka puasa.
Konsumsi makanan yang ringan tapi tetap bergizi dan makanan yang mudah diserap dan dicerna oleh tubuh seperti roti, nasi, kentang, telur rebus, dan lain-lain. Serta, jangan lupa untuk mengkonsumsi 3 buah kurma dan kacang-kacangan untuk tetap berenergi selama berpuasa.
Hindari makanan yang pedas, asin, dan asam pada saat sahur karena akan mengurangi kadar air di dalam tubuh.

Baca JugaInilah Dampak Negatif Dari Shaf Yang Tidak Lurus

#10 Mengkonsumsi multivitamin

Meskipun sebaiknya Anda mendapatkan berbagai macam vitamin dan mineral dari makanan yang Anda makan, Anda juga bisa mendapatkannya dari multivitamin sebagai alternatif yang efisien. Pilih multivitamin yang setidaknya mengandung 1000 IU Vitamin D dan 500 mg Omega 3s.
Selain tips-tips di atas, olahraga ringan pada pukul 15.00 sampai sebelum berbuka puasa dapat membantu membakar lemak di dalam tubuh yang tentunya dapat membantu Anda menurunkan dan menjaga berat badan.
Dengan tips-tips di atas dan niat untuk membuat perubahan kecil selama Ramadhan secara teratur akan meningkatkan kesehatan dan kebugaran Anda tidak hanya di Bulan Ramadhan, tapi juga bulan-bulan setelahnya.

Sunday, June 4, 2017

Sakit Kepala Saat Puasa: Penyebab dan Cara Mengatasinya


Di bulan Ramadan yang suci ini, sudah merupakan kewajiban bagi umat Muslim untuk berpuasa menahan rasa lapar, haus, dan niatan yang buruk. Namun, tidak jarang puasa terancam gagal karena sakit kepala yang tidak tertahankan. Mengapa sakit kepala sering terjadi selama berpuasa dan bagaimana cara mengatasinya?
Menurut penelitian, sakit kepala selama bulan Ramadan paling sering terjadi di siang hari atau di malam hari menjelang waktu berbuka. Selain itu, semakin lama Anda berpuasa, bisa semakin parah pula sakit kepala Anda.
Meskipun sakit kepala saat puasa bisa mengenai orang tanpa riwayat sakit kepala, kondisi ini lebih sering dialami dan parah sifatnya bagi mereka yang pada dasarnya sering mengalami sakit kepala.
Dr. Elliot Shevel, seorang pioneer dalam operasi migrain di Afrika Selatan dan direktur The Headache Clinic, menjelaskan bahwa sakit kepala saat puasa bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti rendahnya gula darah, meningkatnya stres, dan sakau kafein.
Berikut adalah penyebab sakit kepala saat puasa dan cara mengatasinya:

Dehidrasi

Merupakan penyebab paling umum dari sakit kepala saat puasa, dehidrasi terjadi ketika Anda tidak minum cukup banyak air saat sahur dan berbuka puasa. “Otak manusia paling banyak terdiri dari air dan sangatlah sensitif terhadap jumlah asupan air yang didapatnya. Jika mendeteksi bahwa jumlah asupan air terlalu rendah, otak akan mulai memproduksi histamin,” terang Dr. Shevel.
Histamin inilah yang secara langsung memicu nyeri dan kelelahan, yang Anda alami sebagai sakit kepala dan tubuh lemas selama berpuasa.
Ini sebenarnya tidaklah lebih dari proses alami tubuh yang berusaha menjaga keseimbangan kadar air; otak melakukan penjatahan dan konservasi air untuk melindungi dirinya jika kondisi kekurangan air berlangsung untuk waktu lama.
Selain itu, sakit kepala merupakan sinyal dari otak bahwa Anda mengalami dehidrasi dan tuntutan supaya Anda segera memenuhi kebutuhan air bagi tubuh.
Anda bisa mengurangi kemungkinan sakit kepala, atau mengurangi tingkat keparahannya, dengan minum minimal satu liter air putih saat sahur dan minum lebih banyak lagi saat berbuka untuk mengembalikan cairan tubuh.

Hipoglikemia

Hipoglikemia, atau rendahnya kadar gula darah, juga bisa menjadi pemicu sakit kepala yang bersifat lebih parah saat puasa. Jika Anda mengonsumsi makanan dengan kandungan gula yang tinggi dan terlebih dalam porsi besar saat sahur, kadar gula darah Anda akan meningkat di pagi hari, dan kemudian akan menurun banyak di siang hari akibat tidak adanya asupan makanan bagi tubuh. Penurunan kadar gula darah yang drastis inilah yang mungkin menyebabkan sakit kepala Anda di bulan Ramadan.
Cara terbaik untuk mengatasi sakit kepala saat puasa akibat hipoglikemia adalah dengan mencegah terjadinya penurunan drastis pada kadar gula darah dalam tubuh. Anda bisa melakukannya dengan mengonsumsi makanan dengan kandungan gula yang rendah saat sahur.
Membatasi diri untuk tidak mengonsumsi makanan tinggi gula secara berlebihan saat berbuka juga bisa membantu menjaga keseimbangan kadar gula darah dan membiasakan tubuh terhadap pola makan yang baru saat puasa.

Perubahan pola tidur

Harus bangun dini hari untuk sahur bisa dirasa berat bagi sebagian besar orang, tetapi melewatkan sahur bukanlah keputusan yang bijak. Perubahan pola tidur selama bulan Ramadan bisa memicu kelelahan, stres, dan kekurangan tidur, yang masing-masing berkaitan dengan sakit kepala.
Tubuh Anda sudah diharuskan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan pola makan selama puasa, dan perubahan menyangkut hal lainnya, sekecil apapun itu, bisa memperburuk reaksi tubuh. Akibatnya, Anda akan sering mengalami sakit kepala dan lekas marah, sifat yang seharusnya dihindari selama bulan Ramadan.
Menyesuaikan diri dengan pola tidur yang baru memang akan terasa sulit untuk beberapa hari pertama, tetapi ada cara untuk mengakali sakit kepala yang diakibatkannya. Kuncinya adalah berusaha untuk tidur dan bangun di sekitar waktu yang sama setiap harinya selama Ramadan.
Hindari bangun hingga larut malam, dan tetaplah terjaga di jeda waktu antara selesai sahur dan jam beraktivitas Anda. Terkadang, kembali tidur meskipun sudah pagi bisa membuat tubuh semakin terasa berat dan kelelahan, dan jeda waktu ini bisa Anda gunakan untuk mempersiapkan tubuh dan mental Anda untuk menghadapi satu hari tanpa asupan makanan dan minuman.

Sakau kafein

Salah satu penyebab paling umum lainnya dari sakit kepala saat puasa, sakau kafein dialami oleh semua orang yang mendapatkan asupan kafein secara rutin dalam waktu normal. Tanda-tanda jelas bahwa Anda sudah kecanduan kafein adalah jika Anda tidak bisa menjalani seharipun tanpa kopi: Anda selalu mengandalkan kopi untuk terus terjaga, Anda percaya bahwa tanpa kopi Anda tidak akan bisa berkonsentrasi, dan/atau Anda beralih pada kopi hampir di setiap kesempatan menikmati minuman berasa.
Gejala putus kafein terjadi karena kafein yang terdapat dalam tubuh tidak terjaga kadarnya akibat menurun drastisnya konsumsi kopi Anda selama bulan puasa. Salah satu cara efektif untuk mencegah hal ini terjadi adalah dengan secara bertahap mengurangi konsumsi kafein Anda beberapa minggu sebelum puasa pertama.
Meskipun sulit, ini akan mengurangi efek negatif yang Anda rasakan karena tidak dapat minum kopi di sepanjang hari. Jika Anda harus mengonsumsi kopi saat puasa, minumlah satu cangkir di saat sahur dan bukan saat berbuka. Ini juga bisa mencegah sakit kepala akibat kekurangan kafein dan mencegah Anda terus terjaga di malam hari.
Cara lain untuk mengatasi sakit kepala saat puasa
Cara terbaik untuk mengatasi sakit kepala adalah dengan menghindari pemicunya, dan ini terutama berlaku selama bulan puasa. Orang cendrung untuk menjadi lebih sensitif saat puasa, jadi hindari hal-hal yang bisa membuat Anda merasakan emosi negatif yang akan berakibat pada sakit kepala.
Menghindari pemicu yang membuat Anda merespon dengan negatif baik secara fisik ataupun mental bisa menjadi strategi yang baik, misalnya:
  • Jika Anda tidak suka kebisingan, hindari tempat umum pada jam-jam sibuk—suara keras dan bising, serta reaksi negatif Anda bisa memicu sakit kepala.
  • Jika mata Anda termasuk sensitif cahaya, tutup tirai dan seringlah mengistirahatkan mata dari layar komputer—cahaya yang terlalu silau dan dehidrasi mata bisa menimbulkan migrain.
  • Jika Anda intoleran terhadap produk susu, jangan konsumsi makanan atau minuman yang mengandung susu saat sahur ataupun berbuka, meskipun dalam jumlah kecil—sakit perut bisa membuat kepala nyeri dan tubuh lemas.
  • Jika Anda mudah menangis, hindari menonton film yang bisa membuat Anda meneteskan air mata—dehidrasi dan tekanan emosi bisa memicu dan memperparah sakit kepala.
Selain menghindari pemicu sakit kepala, Anda juga bisa mempelajari cara cepat untuk meringankannya. Meditasi, kompres dingin, dan pijatan ringan bisa membantu Anda untuk meringakan gejala sakit kepala yang sudah terjadi.
Namun, jika sakit kepala yang Anda rasakan sangat tidak tertahankan terlepas dari upaya yang Anda lakukan, periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan saran medis dan pengobatan yang tepat.

Saturday, May 27, 2017

Lakukan Tips Ini Agar Tubuh Anda Sehat Selama Puasa Ramadhan


Bulan Ramadhan telah tiba, di mana seluruh umat muslim diwajibkan untuk berpuasa, menahan lapar dan haus selama kurang lebih 12 jam, selama sebulan penuh. Walaupun begitu, puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, tentu jika dijalankan dengan cara yang sehat pula.

Berpuasa di siang hari tidak lantas menjadikan tubuh menjadi lesu. Pola makan yang berubah selama Bulan Puasa harus disiasati dengan benar agar tubuh tetap sehat dan bugar dalam menjalankan aktifitas di siang hari. Terlebih lagi, setelah melewati Ramadhan, selain menjadi lebih dekat kepada Allah, kita juga menjadi individu yang lebih sehat daripada sebelumnya.

Berikut adalah beberapa tips sehat selama Bulan Puasa Ramadhan:

1. Atur waktu anda untuk menyantap sahur di akhir waktu. Selain berguna untuk menunjang puasa anda di siang hari, makan sahur di akhir waktu lebih diutamakan berdasarkan sunnah Rasul.

2. Makanlah dengan porsi normal, jangan berlebihan. Fokuslah untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks dan protein, serta buah dan sayuran. Menyantap makanan yang mengandung banyak air selama sahur juga sangat baik untuk hidrasi tubuh anda sepanjang hari.

3. Akhiri santap sahur dengan segelas susu untuk melengkapi nutrisi tubuh anda. Minumlah suplemen ataupun multivitamin yang biasa anda konsumsi ataupun yang disarankan oleh dokter anda.

4. Batasi konsumsi makanan yang terlalu manis dan mengandung banyak gula, karena justru dapat membuat tubuh lemas di siang hari.

5. Minum air yang cukup. Sebelum waktu imsak tiba, minumlah air yang cukup, tiga hingga lima gelas. Sebaiknya hindari minuman berkafein seperti kopi dan teh karena bersifat diuretik dan membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui urinasi.

6. Di waktu terpanas di siang hari, hindari berlama-lama di terik matahari dan kurangi aktifitas fisik.

7. Jika ada waktu, sempatkan untuk mengistirahatkan tubuh anda, dan mengganti waktu tidur yang kurang karena bangun lebih awal untuk sahur. Waktu setelah sholat zuhur merupakan saat yang tepat untuk beristirahat.

8. Jika memiliki waktu luang di sore hari, sempatkan untuk berolahraga ringan seperti jalan sore, bersepeda santai, ataupun yoga. Hal ini sangat baik untuk menjaga kebubagaran tubuh dan memperlancar peredaran darah.

9. Kurma kering, baik untuk berbuka.Saat waktu buka puasa tiba, jangan makan dengan berlebihan. Sebaiknya ikuti sunnah, yaitu dengan buah kurma dan minuman yang manis: bisa dengan susu, jus buah, atauapun sekedar air. Minumlah cukup air untuk mengganti cairan tubuh yang hilang selama berpuasa.

10. Setelah magrib, lanjutkan dengan menyantap hidangan utama, dengan menu yang seimbang. Makanlah sesuai dengan porsi anda yang biasa, tidak perlu berlebihan. Cukupkan dengan karbohidrat, protein, serta sayuran dan buah-buahan.

11. Hindari makan gorengan berlebihan, serta batasi makanan yang pedas, agar perut tidak menjadi mules dan mengganggu pencernaan tubuh anda.

12. Cukupi asupan air tubuh anda. Usahakan untuk meminum setidaknya lima gelas air putih sebelum tidur.

Dengan menjalankan tips-tips sehat di atas, semoga puasa kita semua menjadi lebih lancar, hikmat, dan juga sehat.