Showing posts with label haram. Show all posts
Showing posts with label haram. Show all posts

Tuesday, June 13, 2017

Halal atau Haram KPR itu?

Halal atau Haram KPR itu?


Reportase NI'MATUL MAZIDAH
Alumnus Universitas Muhammadiyah Surabaya/karyawan di Lembaga Riset Enciety
HALAL atau haramkah kredit pemilikan rumah (KPR)? Untuk itu Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) mengadakan kajian Bedah Akad KPR, Senin (5/2/2017) di Masjid Baiturrozaq SIER-Rungkut, Surabaya, dengan pemateri ustadz Ammi Nur Baits.
Dalam akad KPR ada empat pihak yang terlibat, yaitu nasabah (pembeli rumah), developer (pemilik barang/rumah), bank (penjamin/pemberi dana talangan), dan notaris (saksi/pencatat transaksi).
Ada dua akad dalam hal ini, yaitu akad jual beli (nasabah-developer) dan akad utang-piutang (nasabah-bank).
Sebelum ada keterikatan dengan bank, telah terjadi akad antara nasabah dan developer, dengan dibayarkannya uang muka. Inilah yang disebut akad jual beli.
Dalam akad jual beli bank tidak menjadi pihak pertama ataupun pihak kedua, karena kalau ada yang rusak pembeli komplain ke developer bukan bank, maka posisi bank untuk penyedia utang. 
Dalam jual beli bisa kredit atau tunai, dan untuk hal ini pembelian dilakukan dengan kredit, maka rumah telah menjadi hak milik nasabah meski belum lunas, karena perpindahan hak milik tidak harus lunas.
Dapat disimpulkan, rumah KPR adalah rumah halal, disebabkan rumah yang diperoleh adalah berasal dari akad jual beli yang tidak menyalahi syariat.
Dalam surat Al Baqarah ayat 275 disebutkan, ... dan Allah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba.
Permasalahannya, nasabah juga melakukan akad utang-piutang dengan bank, padahal tak ada akad dalam satu transaksi di satu waktu. Sebenarnya bank melakukan amal saleh dengan memberikan utang, namun bank menambahkan margin.
Hal inilah yang dilarang dalam Islam, karena tidak boleh ada tambahan dalam pelunasan utang, tambahan inilah yang disebut riba.
Ada dua macam dosa dalam riba, yaitu dosa pemakan riba (seperti berzina dengan ibu dan paling besar dosanya karena menanggung dua dosa, dosa pelaku akad riba dan pemakan riba)) dan dosa pelaku akad riba (dilaknat).
Rumah KPR halal dan keluarga dapat tinggal di dalamnya tanpa was-was, namun orang yang telah melakukan akad utang-piutang menanggung dosa pelaku akad riba dengan memberikan tambahan pada pihak bank.
Agar Tuhan mengampuni dan tidak melaknat, sudah seharusnya kita bertaubat dan berkomitmen untuk tidak menambah dosa riba.

Wednesday, June 8, 2016

Nikah Mut’ah


Nikah mut’ah adalah pernikahan seorang laki-laki dengan seorang perempuan dalam jangka waktu yang telah disepakati oleh mereka (satu hari, dua hari, bisa kurang atau lebih) dengan si laki-laki memberikan sesuatu kepada si perempuan; bisa berupa harta, makanan, pakaian, atau yang lain. Apabila masa yang telah disepakati telah habis, maka secara otomatis terjadi perpisahan di antara mereka berdua tanpa talak (perceraian) dan tidak saling mewarisi. (Jami’ Ahkam an-Nisa, 3/182)

Asy-Syaikh Abdullah bin Abdur Rahman al-Bassam rahimahullah berkata, “Mut’ah adalah pecahan dari kata tamattu’ (menikmati) sesuatu. Dinamakan nikah mut’ah karena tujuan pernikahan itu ialah seorang laki-laki bisa bersenang-senang dengan perempuan yang diikat dengan sebuah perjanjian sampai batas waktu tertentu.” (Taudhih al-Ahkam, 5/294)

Mut’ah Telah Merebak di Indonesia
Praktik nikah mut’ah (baca: kawin kontrak) tenyata sangat laris di dunia kampus yang teletak di kota-kota besar di Indonesia, seperti Bandung, Surabaya, Makassar, Yogyakarta, dan lainnya. Sebagai contoh adalah apa yang diungkapkan oleh seorang penulis skripsi yang berjudul “Perempuan dalam Nikah Mut’ah”. Hasil survei yang dilakukannya menunjukkan bahwa nikah mut’ah banyak dilakukan oleh kalangan civitas akademika, di antaranya adalah para mahasiswa yang tersebar hampir di seluruh kampus di Makassar. Salah satu alasan para perempuan ingin melakukan nikah mut’ah adalah karena merantau dan jauh dari orang tua/keluarga sehingga membutuhkan perlindungan dari mahramnya agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan.

Jenis perjanjiannya pun bermacam-macam. Sebagian data yang didapatkan menunjukkan bahwa mereka yang melakukan nikah mut’ah ada yang memilih periode/jangka waktu selama si perempuan dalam masa studi. Jika si perempuan sudah lulus kuliah, nikah mut’ahnya pun turut selesai.

Ketahuilah bahwa nikah mut’ah itu haram sejak sekarang ini sampai hari kiamat. Barang siapa (telah nikah mut’ah) dan memberi sesuatu (kepada seorang perempuan), dia tidak boleh mengambilnya.

Dalil-Dalil yang Mengharamkan Nikah Mut’ah
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari yang dibalik itu, mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (al-Mu’minun: 5-7)

Dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang nikah mut’ah terhadap para wanita dan memakan daging keledai piaraan pada perang Khaibar.”(Muttafaqun ‘alaih)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang nikah mut’ah di dalam hadits Rubayyi bin Sabrah, dari ayahnya,
Ketahuilah bahwa nikah mut’ah itu haram sejak sekarang ini sampai hari kiamat. Barang siapa (telah nikah mut’ah) dan memberi sesuatu (kepada seorang perempuan), dia tidak boleh mengambilnya.

Abdullah bin Zubair berkata di dalam khutbahnya di Mekah, “Sungguh ada beberapa orang yang Allah butakan hati mereka sebagaimana Dia telah membutakan mata mereka. Mereka berfatwa bolehnya nikah mut’ah.” (HR. Muslim)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahmenjelaskan, “Riwayat-riwayat yang mutawatir menunjukkan makna yang sama, yaitu Allahsubhanahu wa ta’ala telah mengharamkan nikah mut’ah yang sebelumnya dihalalkan. Pendapat yang benar, nikah mut’ah ini tidak akan menjadi halal setelah diharamkan; yaitu setelah diharamkan pada masa Fathu Makkah. Mut’ah tidak akan menjadi halal setelah itu.” (Nukilan Abdullah al-Bassam dalam Taudhih al-Ahkam, 5/295)


Pengkhianatan Syiah terhadap Imam Mereka
Salah satu ciri khas Syiah Rafidhah adalah berlebihan dalam mengultuskan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu.

Dalam kitab mereka al-Kafi, diriwayatkan dari Muhammad bin al-Fadhl, dari Abul Hasan, dia berkata, “Perwalian Ali radhiallahu ‘anhu sudah tertulis pada seluruh kitab para nabi, terlebih lagi al-Qur’an. Tidaklah Allah subhanahu wa ta’ala mengutus seorang rasul kecuali dengannubuwwah Muhammad dan dengan washiyatAli.” (Kitab al-Hujjah dari al-Kafi, 1/437)

Meski demikian, dalam hal nikah mut’ah ini, mereka justru mengkhianati fatwa imam mereka, yaitu Ali radhiallahu ‘anhu, yang telah mengharamkannya. Alangkah besarnya kedustaan mereka!


Praktik Para Tokoh Syiah

Ayatullah Khomeini
Sayyid Husain al-Musawi al-Husaini, salah seorang mantan murid Khomeini menceritakan bahwa dia pernah safar bersama Khomeini ke daerah al-‘Atifiah. Di daerah itu, tinggal seorang lelaki yang berasal dari Iran, Sayyid Shahib. Ia mempunyai hubungan yang dekat dengan Khomeini.

Sayyid Shahib sangat bergembira dengan kedatangan kami. Kami tiba di tempatnya waktu Zuhur. Beliau menyediakan makan siang yang istimewa untuk kami dan memaklumkan kepada kerabat dekatnya tentang kedatangan kami. Mereka hadir dan memenuhi rumah beliau untuk menyambut kedatangan kami dengan penuh penghormatan.

Sayyid Shahib meminta kepada kami supaya bermalam di rumahnya pada malam tersebut, Imam pun setuju. Ketika tiba waktu Isya’, dihidangkan disediakan makan malam untuk kami. Para hadirin mencium tangan Imam dan berbincang-bincang dengannya.

Ketika hampir tiba waktu tidur, para hadirin bubar kecuali penghuni rumah tersebut. Khomeini melihat anak-anak perempuan berumur empat atau lima tahun yang sangat cantik. Imam meminta dari ayahnya, Sayyid Shahib untuk melakukan nikah mut’ah dengan anaknya. Ayahnya pun setuju dengan perasaan gembira. (Lillahi Tsumma lit Tarikh)

Sayyid Husain Shadr
Sayyid Husain Musawi bercerita pula, “Seorang perempuan datang kepadaku dan bercerita tentang peristiwa yang dialaminya. Dia menceritakan bahwa seorang tokoh Syiah, Sayid Husain Shadr, pernah melakukan nikah mut’ah dengannya dua puluh tahun lalu. Dia pun hamil dari hubungan itu. Setelah puas, dia menceraikannya.

Setelah berlalu beberapa waktu, perempuan itu dikaruniai seorang anak perempuan. Dia bersumpah bahwa dia hamil hasil hubungannya dengan Sayyid Husain Shadr, karena saat itu tidak ada yang melakukan nikah mut’ah dengannya selain Sayyid Shadr.

Setelah anak perempuannya dewasa, dia menjadi seorang gadis cantik dan siap menikah. Namun, sang ibu mendapati bahwa anaknya itu telah hamil. Ketika ditanyakan tentang kehamilannya, dia mengabarkan bahwa Sayyid Shadr telah melakukan nikah mut’ah dengannya dan menghamilinya.”


Peran Jalaludin Rakhmat Melariskan Mut’ah
Harian Fajar Makassar pernah memuat wawancara khusus dengan Jalaludin Rakhmat pada 25 Januari 2009 tentang nikah mut’ah.

Ketua Dewan Syura IJABI ini berkata, “Nikah mut’ah itu memang boleh saja dalam pandangan agama, karena masih dihalalkan oleh Nabi. Apa yang dihalalkan oleh Nabi berlaku sampai hari kiamat.”


Akibat Nikah Mut’ah
Tidak ada yang mengetahui jumlah dan macam kerusakan akibat perbuatan keji dan menjijikkan ini secara terperinci selain Allah.

Sebagian akibat yang bisa kita ketahui di antaranya:

• Dusta atas nama Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

• Tidaklah ada dosa dan kejahatan yang lebih berbahaya tehadap umat dibandingkan keyakinan bahwa nikah mut’ah dihalalkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

• Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada agama Islam? Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (ash-Shaff: 7)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Barang siapa berdusta atas namaku dengan sengaja, hendaknya dia mengambil tempat duduknya dari neraka.” (HR. Muslim)

Berapa banyak orang yang tertipu dengan sebab kedustaan mereka ini?


Rusaknya nasab
Dengan sebab gonta-ganti pasangan ketika nikah mut’ah, maka tatkala seorang wanita hamil, dia tidak akan tahu, hasil dari hubungan dengan siapakah kehamilannya itu?Na’udzubillah min dzalik. Terlebih lagi dengan sangat sering dan cepatnya periode nikah mut’ah.

Menurut klaim Syiah, Ja’far ash-Shadiq, yang mereka anggap sebagai imam mereka, pernah ditanya, “Apa boleh seorang laki-laki melakukan nikah mut’ah untuk jangka waktu satu atau dua saat saja?

Dia menjawab, “Bukan hanya satu atau dua saat saja, bahkan sehari atau dua hari juga boleh.” (al-Kafi, 5/459)


Pelecehan terhadap kaum wanita
Disebutkan dalam kitab mereka, al-Kafi (5/452), “Nikah mut’ah-lah dengan mereka, walau sampai 1000 orang wanita. Sebab, wanita itu bagaikan barang sewaan.”

Pelecehan ini menjadi lebih parah ketika kita tengok realita bahwa dalam nikah mut’ah, seorang wanita tidak memiliki hak mendapatkan sandang, pangan, maupun papan.


Tersebarnya berbagai penyakit kelamin
Berdasarkan sebuah penelitian, Irak merupakan negara dengan jumlah penderita aids terbesar kedua se-Eropa dan Arab, setelah Iran. Melalui sejumlah penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa virus HIV di Irak menyebar melalui hubungan dengan lawan jenis secara intensif melebihi yang biasa dilakukan oleh seorang pelacur.

Inilah sekilas tentang nikah mut’ah kaum Syiah berikut tinjauan syariat dan bahaya yang menyertainya.

Mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa memberi petunjuk kepada kita sehingga selamat dari berbagai kesesatan. Kita berharap agar Allah subhanahu wa ta’alamemberi kita keistiqamahan di atas jalan-Nya sampai kita bertemu dengan-Nya, dalam keadaan mendapat keridhaan dan ampunan-Nya yang merupakan sebab kita dimasukkan ke dalam jannah-Nya. Amin.





Thursday, April 21, 2016

Waspadai 10 Pintu Masuk Setan Kedalam Diri Manusia


Manusia sering lupa bahwa ia punya musuh besar nan abadi dalam kehidupannya, dialah Syaithan atau Setan. Setan bercita-cita akan menggelincirkan seluruh umat manusia pada Neraka Sair atau Saqar.

Lalu, apa dan bagaimana Neraka Saqar itu?? 
Allah berfirman, “Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. Dan di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga)”. (QS. Al-Muddatstsir 74 : 27-30)

Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan tentang ayat diatas; Menurut Ibnu Buraidah, Saqqar adalah tempat yang sangat mengerikan dan menakutkan, yang memakan daging mereka. Abu Razin mengatakan bahwa api neraka saqar itu menjilat kulit dengan sekali jilatan, sehingga menghanguskan kulit menjadi hitam kelam. Sedangkan mereka tetap menjalani siksaan itu, dan tidaklah mereka mati dan juga tidak hidup. Dan Neraka Saqqar dijaga oleh 19 Malaikat penjaga, menurut Ibnu Abbas, penjaga neraka saqqar dari barisan terdepan malaikat jabaniyah, bentuk tubuh mereka besar-besar dan penampilan mereka sangat kasar lagi bengis.

Maka Kita Harus Yakin Bahwa Setan Itu Sejatinya Adalah Manusia.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
“Sesungguhnya syaithan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaithan-syaithan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala (sair)”. 
(QS. Fathir 35 : 6)

Menurut para ulama ahlu sunnah wal jama’ah, syaithan akan menguasai tubuh dan badan manusia melalui 10 pintu yang sudah direncanakan. Maka hendaknya kita mewaspadai dan mengetahuinya, lalu menutup celah tersebut dan menjauhinya. Pintu masuk itu adalah:

PINTU 1 – Melalui sifat sombong dan angkuh. Dua sifat ini amat mudah tersemai dan menyubur dalam diri manusia. Ia berpuncak daripada ke-egoan manusia itu sendiri yang lazimnya akan mudah hanyut ketika dilimpahi kemewahan dan bergelimangnya harta.

PINTU 2 – Melalui sifat bakhil dan pelit. Setiap harta benda dan kemewahan yang diperoleh adalah karunia Allah yang seharusnya di belanjakan ke jalan yang haq (benar). Ia boleh digunakan untuk membantu orang yang memerlukan melalui kewajiban berzakat atau bersedekah.

PINTU 3 – Melalui sifat takabur dan congkak. Sifat ini selalunya bertapak dalam diri manusia yang merasa dia sudah memiliki segala-galanya dalam hidup ini. Mereka lupa bahwa kesenangan dan kenikmatan yang dikaruniakan itu bisa diambil Allah kapan saja. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Dia (Allah) tidak menyukai orang yang takabur”. (QS. An-Nahl 16 : 23)

PINTU 4 – Sifat khianat. Khianat dimaksudkan bukan saja melalui perbuatan merusakkan sesuatu yang menjadi milik orang lain, tetapi juga mengkhianati hidup orang lain dengan tidak mematuhi segala bentuk perjanjian, perkongsian dan sebagainya.

PINTU 5 – Sifat tidak suka menerima ilmu dan nasihat. Rasulullah SAW selalu menasihati para sahabatnya agar menjauhkan diri masing-masing untuk menjadi golongan keempat dari kalangan manusia yang dibenci oleh Allah, yaitu golongan yang tidak suka diri mereka dinasihati atau mendengar nasihat orang lain.

PINTU 6 – Melalui sifat hasad. Perasaan hasad dengki selalunya akan diikuti dengan rasa benci dan dendam berkepanjangan. Rasulullah SAW bersabda, “Hindarilah kamu daripada sifat hasad karena ia akan memakan amalan kamu seperti api memakan kayu kering”. (HR. Bukhari dan Muslim)

PINTU 7 – Melalui sifat suka meremehkan orang lain. Sifat ego manusia ini selalunya akan lahir apabila seseorang individu itu merasakan dirinya sudah sempurna jika dibandingkan dengan orang lain. Orang lain dilihat terlalu kecil dan kerdil jika dibandingkan dengan apa yang dia miliki.


Abu Umamah pernah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tiga kelompok manusia yang tidak boleh dihina kecuali orang munafik ialah orang tua Muslim, orang berilmu dan imam yang adil”. (HR. Muslim)

PINTU 8 – Melalui sifat ujub atau bangga diri. Menurut Imam Ahmad rahimahullah, Rasulullah SAW bersabda, “Jangan kamu bersenang-senang dalam kemewahan karena sesungguhnya hamba Allah itu bukan orang yang bersenang-senang saja”. (HR. Abu Naim dari Muaz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu)

PINTU 9 – Melalui sifat suka berangan-angan. Islam adalah anti kemalasan. Orang yang berat “tulang” untuk berusaha mencapai kecemerlangan dalam hidup akan dipandang hina oleh Allah dan manusia. Mereka lebih gemar berpeluk tubuh dan menyimpan impian tinggi, tetapi amat malas berusaha memperolehnya.

PINTU 10 – Melalui sifat buruk sangka. Seseorang suka menuduh orang lain melakukan kejahatan tanpa menyelidikinya terlebih dulu amatlah dicela oleh Islam. Rasulullah SAW bersabda, “Nanti akan ada seseorang berkata kepada orang banyak bahwa mereka sudah rusak. Sesungguhnya orang yang berkata itu sebenarnya sudah rusak dirinya”. (HR. Muslim). 

Wallahu a’lam..




Oleh: Ustadz Ade Hidayat



Sunday, March 27, 2016

10 Pembatal Syahadat Seorang Muslim


1. Syirik dalam beribadah kepada Allah Subhanahuwata'ala
Firman Allah :
"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya". ( An-Nisa : 48)

"... Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolongpun". (Al Maidah : 72)

Termasuk didalamnya yaitu menyembelih karena selain Allah, misalnya untuk kuburan, jin dan sejenisnya.

2. Orang yang menjadikan antara dia dan Allah Subhanahuwata'ala perantara-perantara.
Ia berdoa kepada mereka, meminta syafa'at kepada mereka dan bertawakal kepada mereka seperti kepada orang saleh yang sudah meninggal dan sebagainya. Maka orang ini kafir secara Ijma'.

3. Orang yang tidak mau mengkafirkan orang-orang musyrik dan orang yang masih ragu kepada kekufuran mereka atau membenarkan mazham mereka, dia itu kafir. Misal menganggap semua agama adalah benar maka sama saja menganggap Allah meridhai semua agama padahal orang yang diluar dari islam adalah kafir dan jelas kesesatannya.

4. Orang yang meyakini bahwa ada petunjuk yang lebih sempurna dari petunjuk Allah dan Rasulullah, menganggap hukum yang lain lebih baik dari pada hukum Allah dan Rasululah. Seperti orang-orang yang mengutamakan hukum para thagut (orang yang membuat hukum tandingan seperti anggota legislatif, dan sebagainya) sehingga menafikan atau menganggap hukum Allah dan Rasul-Nya tidak relevan padahal dia muslim maka dia kafir.

5. Siapa yang membenci sesuatu dari ajaran yang dibawa Rasulullah sekalipun ia mengamalkan, maka ia kafir. Misal menghina muslim yang memakai celana cingkrang, memanjangkan jenggot padahal itu adalah sunnah Rasulullah.

6. Siapa yang menghina sesuatu dari agama Rasul atau pahala maupun siksanya, maka ia kafir. Hal ini ditunjukkan dengan Firman Allah :
"Katakanlah, Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok ? Tidak usah kamu meminta maaf karena kamu kafir setelah beriman". (At-Taubah : 65-66)

7. Sihir, di antaranya sharf dan 'athf (barangkali yang dimaksud adalah amalan yang bisa membuat suami benci kepada istrinya atau membuat wanita cinta kepadanya/pelet). Barangsiapa melakukan atau meridhainya maka ia kafir. Firman Allah :
"...Sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan : Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu) sebab itu janganlah kamu kafir". (Al Baqarah : 102)

8. Mendukung kaum musyrikin dan menolong mereka dalam memusuhi umat Islam. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahuwata'ala :
"Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zhalim". ( Al Maidah : 51)

9. Siapa yang meyakini bahwa sebagian manusia ada yang boleh keluar dari syariat Nabi Muhammad, seperti halnya Nabi Khidir boleh keluar dari syariat Nabi Musa maka ia kafir. Sebagaimana yang diyakini ghulat sufiyah (sufi yang berlebihan/melampaui batas) bahwa mereka dapat mencapai derajat atau tingkatan yang tidak membutuhkan untuk mengikuti ajaran Rasulullah seperti tidak perlu lagi shalat, puasa, dan sebagainya.  Karena merasa sudah sempurna dan merasa dirinya maksum atau terbebas dari dosa.

10. Berpaling dari agama Allah Subhanahuwata'ala, tidak mempelajarinya tidak pula mengamalkannya. Dalilnya adalah Firman Allah Subhanahuwata'ala :
"Dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya kemudian ia berpaling daripadanya ? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembelasan kepada orang-orang yang berdosa ( As-Sajadah : 22)



(Kitab Tauhid Jilid 1 hal : 70-72 : Syaikh Shalih Bin Fauzan Al-Fauzan)


Saturday, July 11, 2015

Waspada Aliran Syi'ah Berikut 15 Ciri



Syi’ah: bahwa Taqiyah wajib dilakukan. Jadi taqiyah adalah salah satu prinsip agama mereka. Taqiyah dilakukan kepada orang selain Syi’ah, seperti ungkapan bahwa Al Quran Syi’ah adalah sama dengan Al Quran Ahlus Sunnah. Padahal ungkapan ini hanyalah kepura-puraan mereka. Mereka juga bertaqiyah dengan pura-pura mengakui pemerintahan Islam selain Syi’ah.


Menurut Ali Muhammad Ash Shalabi, taqiyah dalam Syiah ada empat unsur pokok ajaran; 
Pertama, Menampilkan hal yang berbeda dari apa yang ada dalam hatinya.  Kedua, taqiyah digunakan dalam berinteraksi dengan lawan-lawan Syiah. Ketiga, taqiyah berhubungan dengan perkara agama atau keyakinan yang dianut lawan-lawan. Keempat, digunakan di saat berada dalam kondisi mencemaskan.

Menurut Syaikh Mamduh Farhan Al-Buhairi di Majalah Islam Internasional Qiblati, ciri-ciri pengikut Syi’ah sangat mudah dikenali, kita dapat memperhatikan sejumlah ciri-ciri berikut:

01. Mengenakan songkok hitam dengan bentuk tertentu. Tidak seperti songkok yang dikenal umumnya masyarakat Indonesia, songkok mereka seperti songkok orang Arab hanya saja warnanya hitam.

02. Tidak shalat jum’at. Meskipun shalat jum’at bersama jama’ah, tetapi dia langsung berdiri setelah imam mengucapkan salam. Orang-orang akan mengira dia mengerjakan shalat sunnah, padahal dia menyempurnakan shalat Zhuhur empat raka’at, karena pengikut Syi’ah tidak meyakini keabsahan shalat jum’at kecuali bersama Imam yang ma’shum atau wakilnya.

03. Pengikut Syi’ah juga tidak akan mengakhiri shalatnya dengan mengucapkan salam yang dikenal kaum Muslimin, tetapi dengan memukul kedua pahanya beberapa kali.

04. Pengikut Syi’ah jarang shalat jama’ah karena mereka tidak mengakui shalat lima waktu, tapi yang mereka yakini hanya tiga waktu saja.

05. Mayoritas pengikut Syi’ah selalu membawa At-Turbah Al-Husainiyah yaitu batu/tanah (dari Karbala – redaksi) yang digunakan menempatkan kening ketika sujud bila mereka shalat tidak didekat orang lain.

06. Jika Anda perhatikan caranya berwudhu maka Anda akan dapati bahwa wudhunya sangat aneh, tidak seperti yang dikenal kaum Muslimin.

07. Anda tidak akan mendapatkan penganut Syi’ah hadir dalam kajian dan ceramah Ahlus Sunnah.

08. Anda juga akan melihat penganut Syi’ah banyak-banyak mengingat Ahlul Bait; Ali, Fathimah, Hasan dan Husain radhiyallahu anhum.

09. Mereka juga tidak akan menunjukkan penghormatan kepada Abu Bakar, Umar, Utsman, mayoritas sahabat dan Ummahatul Mukminin radhiyallahu anhum.

10. Pada bulan Ramadhan penganut Syi’ah tidak langsung berbuka puasa setelah Adzan maghrib; dalam hal ini Syi’ah berkeyakinan seperti Yahudi yaitu berbuka puasa jika bintang-bintang sudah nampak di langit, dengan kata lain mereka berbuka bila benar-benar sudah masuk waktu malam. (mereka juga tidak shalat tarwih bersama kaum Muslimin, karena menganggapnya sebagai bid’ah)

11. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk menanam dan menimbulkan fitnah antara jamaah salaf dengan jamaah lain, sementara itu mereka mengklaim tidak ada perselisihan antara mereka dengan jamaah lain selain salaf. Ini tentu tidak benar.

12. Anda tidak akan mendapati seorang penganut Syi’ah memegang dan membaca Al-Qur’an kecuali jarang sekali, itu pun sebagai bentuk taqiyyah (kamuflase), karena Al-Qur’an yang benar menurut mereka yaitu al-Qur’an yang berada di tangan al-Mahdi yang ditunggu kedatangannya.

13. Orang Syi’ah tidak berpuasa pada hari Asyura, dia hanya menampilkan kesedihan di hari tersebut.

14. Mereka juga berusaha keras mempengaruhi kaum wanita khususnya para mahasiswi di perguruan tinggi atau di perkampungan sebagai langkah awal untuk memenuhi keinginannya melakukan mut’ah dengan para wanita tersebut bila nantinya mereka menerima agama Syi’ah. Oleh sebab itu Anda akan dapati;

15. Orang-orang Syi’ah getol mendakwahi orang-orang tua yang memiliki anak putri, dengan harapan anak putrinya juga ikut menganut Syi’ah sehingga dengan leluasa dia bisa melakukan zina mut’ah dengan wanita tersebut baik dengan sepengetahuan ayahnya ataupun tidak. Pada hakikatnya ketika ada seorang yang ayah yang menerima agama Syi’ah, maka para pengikut Syi’ah yang lain otomatis telah mendapatkan anak gadisnya untuk dimut’ah. Tentunya setelah mereka berhasil meyakinkan bolehnya mut’ah. Semua kemudahan, kelebihan, dan kesenangan terhadap syahwat ini ada dalam diri para pemuda, sehingga dengan mudah para pengikut Syi’ah menjerat mereka bergabung dengan agama Syi’ah.

Ciri-ciri mereka sangat banyak. Selain yang kami sebutkan di atas masih banyak ciri-ciri lainnya, sehingga tidak mungkin bagi kita untuk menjelaskan semuanya di sini. Namun cara yang paling praktis ialah dengan memperhatikan raut wajah. Wajah mereka merah padam jika Anda mencela Khomeini dan Sistani, tapi bila Anda menghujat Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah dan Hafshah, atau sahabat-sahabat lainnya radhiyallahu anhum tidak ada sedikitpun tanda-tanda kegundahan di wajahnya.

Akhirnya, dengan hati yang terang Ahlus Sunnah dapat mengenali pengikut Syi’ah dari wajah hitam mereka karena tidak memiliki keberkahan, jika Anda perhatikan wajah mereka maka Anda akan membuktikan kebenaran penilaian ini, dan inilah hukuman bagi siapa saja yang mencela dan menyepelekan para sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan para ibunda kaum Musliminradhiyallahu anhunn yang dijanjikan surga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita memohon hidayah kepada Allah untuk kita dan mereka semua.



Wallahu a’lam.



Saturday, July 4, 2015

Kisah Gay Dibalik Sodomi Pertama Dalam Sejarah


Kaum Nabi Luth yaitu kaum Sodom termasuk kaum yang diberi banyak kelebihan, diantaranya adalah suka bergotong royong dan bersatu padu. Mereka biasa pergi kerja bersama-sama, meninggalkan anak dan istri dirumah. Rupanya iblis tidak menyukai hal itu, berbagai upaya telah dilakukan iblis dan anak buahnya untuk merusak tatanan kaum Luth, namun ternyata belum membuahkan hasil yang memuaskan. Sungguh susah menyesatkan kaum yang suka persatuan.


Rencana Jahat Iblis Dibalik Sodomi Pertama Dalam Sejarah

Namun bukan iblis namanya jika tak punya cara licik. Akhirnya iblis dapat ide. Setiap kaum Luth pulang kerja maka Iblis merusak dan menghancurkan hasil pekerjaan mereka secara sembunyi-sembunyi.
Keesokan harinya kaum Luth bertanya-tanya tentang siapa yang merusak hasil pekerjaan mereka, membuat pekerjaan kemarin jadi sia-sia dan memperlambat produksi.
Masyarakat sangat kesal dengan pelaku pengrusakan yang sering terjadi, maka mereka bersepakat bila si pelaku tertangkap akan dijatuhi hukuman berat.

Pada hari-hari berikutnya Iblis menjelma menjadi seorang anak muda yang manis tampangnya. Ketika kaum Luth pergi bekerja iblis menjalankan aksinya. Ada sekelompok masyarakat yang melihat gerak gerik pemuda manis itu kemudian menyadari bahwa pemuda manis itulah pelakunya. Langsung saja masyarakat berusaha menangkap pemuda itu. Setelah diinterogasi akhirnya anak muda itu mengakui perbuatannya. Masyarakat sepakat akan memberikan hukuman mati kepada pemuda manis jelmaan iblis itu.

Sampai disini skenario Iblis lancar jaya dan skenario berikutnya telah tersusun rapi.

Nah, masyarakat yang telah memutuskan akan menghukum mati pemuda manis itu, mengurungnya sambil alih-alih ingin mengetahui siapa orang tua dan keluarganya. Pemuda manis itu dijaga secara bergiliran.

Malam itu juga ,ketika telah memasuki waktu tidur, anak manis jelmaan Iblis itu berakting pura-pura menangis dan meratap begitu sedih. Sang Penjaga rupanya kasian melihat hal itu dan bertanya...
''Ada apa denganmu...?"
''Ayahku selalu memelukku waktu aku mau tidur'', jawab anak itu.
Penjaga itu tidak tega, karena tak ingin melihat anak itu bersedih akhirnya mau tidak mau dia berkata,''Ya sudah, sini saya peluk''.
Ketika sudah dipeluk,anak manis jelmaan Iblis itu melakukan gerakan-gerakan yang membangkitkan nafsu orang tersebut, terus menerus hingga syahwat orang itu menggelora.
Si penjaga telah terpancing dengan nafsu iblis, anak manis jelmaan Iblis itu kemudian mengajarkan kepada orang itu sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh peradaban manusia, yaitu Sodomi. Malam itulah terjadi sodomi pertama kali dalam sejarah manusia.

Pagi harinya ketika bangun, anak muda jelmaan iblis itu sudah tidak ada. Orang itu pun menceritakan apa yang terjadi dengan berapi-api sambil mencontohkannya. Teman-temannya menjadi sangat penasaran dan kemudian mencoba melakukannya. Akhirnya hari demi hari, kerusakan moral menyebar kemana-mana dan menjadi kebiasaan masyarakat.

Iblis adalah yang pertama kali mencontohkannya lalu diteruskan oleh orang yang menggaulinya. Rupanya rencana iblis tidak sampai disitu, ada agenda jahat lain yang harus diwujudkan.


Iblis Merusak Kaum Wanita Negeri Sodom

Kemudian Iblis menjelma menjadi seorang wanita lalu datang mengompori kaum perempuan dengan mengatakan,''Sesungguhnya laki-laki kalian sudah saling suka sama suka ,kalian tidak dibutuhkan lagi.''
''Iya kami telah mengetahuinya'',jawab para wanita itu.
Iblis lalu mengajarkan hal baru kepada kaum wanita itu,sehingga mereka saling mencukupi satu sama lain juga.
Dari umumnya hal itu,sampai akhirnya tanpa rasa malu mereka melakukannya dengan terang-terangan.Bahkan apabila ada musafir dari kota lain,mereka rampok dan tega memperkosa bila mereka suka.

Laki-laki memperkosa laki-laki,wanita dengan wanita...benar-benar kerusakan moral yang parah.



Salah Satu Adzab Terbesar Yang Diturunkan Dari Allah Di Akhir Zaman Ini

Pesta gay di Taiwan menjadi sebuah insiden mengerikan ketika kembang api warna-warni (pelangi) yang menjadi simbol LGBT diluncurkan malah membakar mereka.

Dalam insiden tersebut sekitar, 500 orang mengalami luka-luka, tapi tidak dilaporkan adanya korban jiwa oleh pejabat departemen kesehatan setempat. Ingin tahu seperti apa video cuplikan terbakarnya 500 Gay saat pesta pelangi.




Kejahilan mereka diabadikan Allah dalam kisah Kaum Sodom yang dilaknat dan diadzab pada Qur’an

فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ

“Maka tatkala datang adzab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,” -Surat Hud ayat 82.





Thursday, December 18, 2014

Islam Melarang Ucapan Selamat Natal


"Ini kan cuma ucapan, nggak sampai segitunya kali"... Contoh salah satu ucapan seseorang mukmin yang ngeyel belum memahami kenapa dan bagaimana.

Sekali lagi toleransi agama itu bukan mengikuti ritual agama lain, atau mencampurkan ritual kita dengan agama lain. Menjaga diri dari mencampuri, membiarkan penganut agama lain sesuai keyakinan mereka, itulah toleransi yang dicontohkan dalam islam. Bukan toleransi bila justru melanggar aturan agama sendiri, dengan alasan menghargai pemeluk agama lain, terlalu jauh namanya.

Toleransi harus dikembalikan pada asanya, menghargai agama lain dari cara pandang agama kita, bukan malah ikut dan larut ke agama lain. Misalnya, sebentar lagi, saudara kita nasrani merayakan natalan, maka biarlah itu jadi hari raya mereka, bukan hari raya kita. Karenanya tidak perlu repot memakai atribut natal, mengucap selamat natal, karena itu hari raya mereka, biarkan dan hargai saja. Jangan sampai malah, karena dalih toleransi, aturan agama sendiri dilanggar, yang ada malah maksiat, atau malah mendukung kekufuran.

Bergaul dan bermuamalah dengan siapapun manusia boleh, islam sangat menghormati manusia, tapi akidah dan ibadah? Sendiri-sendiri. Kita tahu bahwa akidah itu dasar keyakinan, yang diatasnya agama dibangun, termasuk akidah nasrani saat ini, meyakini yesus itu tuhan.

Bagi nasrani, 25 desember adalah hari kelahiran 'tuhan yesus', itu akidah mereka, maka mengucapkan selamat natal itu bagian akidah. "Yang penting niatnya nggak gitu, hati aku masih yakin islam" | wilayah niat itu bukan urusan kita, makanya islam menata yang terlihat.

"ini kan cuma ucapan, nggak sampai segitunya kali"
"Nah, bila hanya ucapan saja, mengapa dibela-belain?"

Aturan islam itu disusun atas 4 hal, al-qur'an, as-sunnah, ijma sahabat dan qiyas, aturan islam bukan karena katanya atau kayaknya. Bahkan ulama-ulama besar telah merangkum tentang hal ini, bahwa haramnya terlibat dalam perayaan agama lain.
Ibnu qayyim al-jauziyyah mengatakan, sebagaimana mereka (kaum musyrik) tidak diperbolehkan menampakkan syiar-syiar mereka, maka tidak diperbolehkan pula bagi kaum muslim menyetujui dan membantu mereka melakukan syiar itu serta hadir bersama mereka. Demikian menurut kesepakatan ahli ilmu. (ibnu qayyim al-jauziyyah, ahkâm ahl al-dzimmah, juz 1. Hal. 235).

Perayaan natal jelas bagian syiar mereka, maka mengucap selamat, beratribut natal, menghadiri acaranya, kesemuanya tidak dibolehkan.

Abdul malik bin habib, salah seorang ulama malikiyyah menyatakan, Mereka tidak dibantu sedikit pun pada perayaan hari mereka. Sebab, tindakan merupakan penghormatan terhadap kemusyrikan mreka dan membantu kekufuran mereka. Dan seharusnya para penguasa melarang kaum muslim melakukan perbuatan tersebut. Ini adalah pendapat imam malik dan lainnya. Dan aku tidak mengetahui perselisihan tentang hal itu. (ibnu taimiyyah, majmu al-fatâwâ, juz 6 hal 110).

Abu al-qasim al-thabari mengatakan, “Tidak diperbolehkan bagi kaum muslim menghadiri hari raya mereka karena mereka berada dalam kemunkaran dan kedustaan (zawr). Apabila ahli maruf bercampur dengan ahli munkar, tanpa mengingkari mereka, maka ahli maruf itu sebagaimana halnya orang yang meridhai dan terpengaruh dengan kemunkaran itu. Maka kita takut akan turunnya murka allah atas jamaah mereka, yang meliputi secara umum. Kita berlindung kepada allah dari murka-nya." (ibnu qayyim al-jauziyyah, ahkâm ahl al-dzimmah, juz 1. Hal. 235).

Imam al-amidi dan qadli abu bakar al-khalal menyatakan,Kaum muslim dilarang keluar untuk menyaksikan hari raya orang-orang kafir dan musyrik. (ibnu tamiyyah, iqtidhâ al-shirâth al-mustaqîm, hal.201).

Jelas semua pendapat diatas bukan pendapat yang berdasar hawa nafsu, dan bagi kita yang mencari kebenaran, harusnya itu semua cukup. Juga jelas sekali dalam semua pendapat itu, bahwa niat bukan jadi penilai, apapun niatannya, terlibat hari raya agama lain itu haram. Bila nasrani mengucap selamat lebaran, memang mereka tidak punya aturan yang mengaturnya, beda dengan kita yang sudah lengkap semuanya. Jangan sampai alasan toleransi, kita membahayakan akidah kita, jangan sampai dengan alasan toleransi, malah jatuh dalam keharaman.

"Rasulullah saw jika mengiringi jenazah, tidak duduk hingga mayit dimasukan ke liang lahat. Seorang ulama yahudi mendekat dan berkata; 'beginilah yang kami lakukan wahai muhammad'." ubadah berkata; "lantas rasulullah saw duduk dan bersabda: 'selisihilah mereka!' (HR Tirmidzi)

Dalam banyak hadits lain, kita mendapatkan bahwa rasulullah selalu menyelisihi yahudi dan nasrani, baik pakaian, ibadah, juga hari raya. Maka beratribut natal, mengucap selamat natal, itu termasuk penyerupaan yang nyata, seharusnya kaum muslim meninggalkannya.

Renungkan, "Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka" (HR Ahmad, Abu Dawud, Thabrani)


Akhukum fillah,
-Felixsiauw